Ch. 26 (HH)

2198 Kata

“Enggh.” Kedua mata dengan netra birunya itu melihat ke arah sekitar yang tampak terang dengan lampu yang belum dimatikan. Di mana ia? Mencoba menebak dengan melihat dinding yang ternyata di cat hitam dan abu itu, gadis yang baru akan bangkit dari kasur langsung urung begitu merasakan sesuatu yang berat menimpa telapak tangan kanannya. Kepalanya menoleh dan menemukan lelaki yang duduk di samping ranjang itu tengah terlelap. Seketika Fera ingat dengan yang terjadi tadi siang. Ia melihat ke arah dinding kembali dan menemukan jam dinding besar dengan gambar mobil itu tengah menunjukkan pukul 7 malam. Berapa lama ia tertidur? “Udah bangun? Masih mual?” Tanya Gean yang baru saja bangun dan mengucek matanya. Lelaki itu menguap sekali sebelum mennempelkan punggung tangannya pada kening Fera.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN