Gean melihat punggung Fera dengan kening mengernyit. Lelaki 30 tahun itu tidak mengerti kenapa gadis yang menjadi istrinya hari ini dan untuk seharusnya itu terlihat tidak seperti biasanya. Ini bukan hanya perasaannya saja, kan? Kalian juga bisa melihat dari wajah dan jawaban Fera yang sangat membingungkan. Sedikit ambigu bagi Gean yang selalu mendengar ucapan Fera yang to the point. Padahal beberapa jam yang lalu Fera masih baik-baik saja. Walau memiliki penurunan mood yang sangat drastis kala haid seperti sekarang, tetap saja hal itu terlalu ekstrim untuk hari ini. “Agung!” Panggil Gean pada lelaki dengan mikrofon di tangan kanannya dan asik bernyanyi di panggung kecil dekat prasmanan. Lelaki itu lalu menatap Gean dengan halis yang terangkat. Gean segera melambaikan tangannya dan memin

