Renata dan Hana

1500 Kata

Arlan tampak beberapa kali menggoyangkan kepala ke kiri dan ke kanan sembari mengamati kelakuan istrinya. Elena membuat Arlan meninggalkan pekerjaannya, hanya untuk melihat istrinya itu menyeruput penuh hasrat kuah ramen pedas yang sudah dipesan sebelumnya. Sesekali Arlan meringis membayangkan mulut atau lambung istrinya bisa terbakar karena kuah ramen itu. Jujur, Arlan sama sekali tidak suka pedas. "El, tadi bilangnya lapar. Kenapa cuma kuahnya aja?" "Enak tahu, Lan." "Pedes, El. Nanti anak kita kenapa-kenapa." Elena langsung menggentikan aktivitasnya makan, kemudian meloloskan tatapan tajam pada suaminya. Ia paling kesal jika kenikmatannya diganggu, dan baru saja Arlan melakukan hal itu. Baiklah, Elena akui kalau sekarang emosinya kembali meledak-ledak. Entah sungguhan atau karena ho

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN