Arlan tampak beberapa kali menggoyangkan kepala ke kiri dan ke kanan sembari mengamati kelakuan istrinya. Elena membuat Arlan meninggalkan pekerjaannya, hanya untuk melihat istrinya itu menyeruput penuh hasrat kuah ramen pedas yang sudah dipesan sebelumnya. Sesekali Arlan meringis membayangkan mulut atau lambung istrinya bisa terbakar karena kuah ramen itu. Jujur, Arlan sama sekali tidak suka pedas. "El, tadi bilangnya lapar. Kenapa cuma kuahnya aja?" "Enak tahu, Lan." "Pedes, El. Nanti anak kita kenapa-kenapa." Elena langsung menggentikan aktivitasnya makan, kemudian meloloskan tatapan tajam pada suaminya. Ia paling kesal jika kenikmatannya diganggu, dan baru saja Arlan melakukan hal itu. Baiklah, Elena akui kalau sekarang emosinya kembali meledak-ledak. Entah sungguhan atau karena ho

