28. Retak

1530 Kata

Dhafin mengacak rambutnya karena frustasi. Sikap yang Kela tunjukan tadi seolah menggambarkan bahwa wanita itu tahu segalanya dan dirinya sama sekali tidak berani untuk jujur. Ia memukul stir dengan kesal menggunakan kepalan tangannya hingga membiru. Merasa menyesal karena tidak langsung pulang ke rumah atau setidaknya menelpon Kela setelah melihat panggilan tak terjawab di handphonenya bukan malah mengabaikannya demi makan siang bersama Anin. "Sialan!" makinya. "Please God, jangan biarkan Kela salah paham," pinta Dhafin. Ia tidak tahu saja kalau Kela sudah salah paham, dan dengan bodohnya sepanjang jalan tadi ia hanya diam, membuat siapapun yang berada diposisi Kela semakin salah paham. Di saat Dhafin sedang kesal-kesalnya, tiba-tiba handphone yang ia letakan di atas dasbord berbunyi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN