Hampir seluruh pasang mata dari pengunjung menatap Sheira dan Ren sejak mereka masuk ke dalam kafe. Kafe yang mereka datangi terbilang cukup terkenal di kalangan anak muda dan dewasa sebagai tempat menikmati kopi terbaik. Beberapa di antara pengunjung di sana terlihat sudah mengenal sosok Sheira yang memang sering muncul di layar kaca. "Jadi, apa yang mau lo bicarain?" Sheira menghirup sebentar aroma latte macchiato yang baru saja dihidangkan oleh waiter sebelum meneguknya ke dalam mulut. "Mengenai perkataan lo kemarin," jawab Ren sambil memandang tajam tuan putrinya "Ada apa dengan kemarin?" Sheira berpura-pura tidak ingat. Ia lalu membenarkan posisi duduknya agar terlihat sesantai mungkin meskipun dalam hatinya penuh dengan perasaan was-was dan gugup. Dia seorang Sheira Jeevan

