Kepergian Ren seakan membuatku kehilangan sebagian dari diriku. Ya, aku memang masih menjalani hidupku seperti biasa. Sekolah, sesekali hang out bersama ketiga teman-temanku, belajar, mengikuti berbagai pertemuan dewan direksi, serta lainnya. Aku kembali menjadi Sheira Jeevana Miller yang selalu tenang di depan semua orang. Hanya orang-orang terdekatku lah yang tahu apa yang kurasakan sebenarnya. Tentu saja kepergian Ren tidak membuatku terpuruk. Dia akan semakin besar kepala jika mengetahuinya. Hampir setiap malam dia selalu menghubungiku. Menanyakan keadaanku, teman-teman, suasana di rumah. Sesekali dia bercerita mengenai tanah kelahirannya. Mengenai sekolah barunya dan pekerjaan sampingan yang dilakukannya. Mengenai betapa sulitnya mencari keluarganya disana. Mengenai betapa

