Raga berjalan di belakang Viany yang sedang kesal dengan Alfa. Entah mengapa dia merasa jika kedua masnya akan selalu saja berlaku seperti itu, melupakan jika dia sudah dewasa dan tidak perlu diperlakukan seperti anak-anak lagi. Memangnya dia masih butuh untuk dibuntuti kemana-mana hanya karena keduanya khawatir. Bukankah mereka juga pernah menghancurkan kencan di jaman SMA-nya dengan bilang pada kakak kelasnya dulu, soal semua keburukan Viany. Viany langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah kesal dan Raga masih bungkam sambil membawa belanjaannya. Raga menaruh plastik berisi belanjaan mereka di meja dapur dan buru-buru menghampiri Viany yang langsung masuk kamar. Kini, perempuan itu tidur di atas kasur, memunggungi pintu. Ya, Raga tahu, pasti perempuan itu sedang menangis. Entahlah, har

