Viany mengintip dari balik tirai jendela setelah mendengar ada suara mobil masuk ke halaman rumahnya. Sosok tegap dengan balutan seragam doreng baru saja keluar dari dalam mobil dengan memainkan kunci di tangannya. Viany buru-buru menutup tirai jendela dengan cepat lalu menghela napas panjang sebelum membuka pintu rumahnya. Dia benar-benar khawatir jika Raga akan marah padanya karena ucapan kurang ajarnya tadi. Klek. Belum sempat Viany maju untuk membuka pintu, suaminya itu sudah masuk terlebih dahulu sambil menenteng sepatunya di tangan kanannya. Raga mendongak dan menatap Viany yang hanya memasang wajah bodoh karena ketahuan berdiri di depan pintu tapi tidak untuk membukakan pintu. Raga hanya melirik sekilas ke arah Viany lalu menaruh sepatunya di rak. "Assalamualaikum," ucapnya di dep

