25. Hadiah Tersembunyi

1195 Kata

Adrian terperangah dengan kendaraan kiriman papanya. Meski dia sudah tidak berharap mobilnya yang akan dikirim, tapi apa yang dilihat di depannya ini lebih minimalis dari perkiraannya. Bukan hanya bentuknya yang lebih mini, jumlah bab pun juga dikurangi. Sebuah motor matic warna putih, terparkir di depannya, lengkap dengan dua helm dan dua jaket. Adrian memejamkan matanya sambil melepas napas berat. Papanya ini benar-benar menguji kesabarannya. Maya melihat ke arah Adrian. Dia tersenyum melihat ekspresi kecewa Adrian yang lagi-lagi prediksinya meleset jauh. “Mas, bener ini kan hadiahnya?” tanya Maya ingin memastikan. Saat akan menjawab, ponsel Adrian berbunyi. Dia langsung mengambil ponselnya dan melihat ada nama Beni di sana. “Hmm,” jawab Adrian lemas. Dia tidak ingin protes, karen

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN