“Eh, itu Adrian bukan sih?” tanya Vino, mantan salah seorang teman Adrian saat Adrian masih kaya, pada temannya. “Mana?” tanya Rian yang juga sempat mengenal Adrian. “Itu tuh. Yang lagi sama cewek itu.” Vino menunjuk ke arah orang yang dia kira tengarai adalah Adrian. Rian menatap dua orang yang sedang menikmati makanan sambil bercanda yang tempatnya sedikit jauh darinya. Suasana malam yang remang-remang, membuatnya sedikit tidak yakin dengan pandangannya. “Kayaknya iya,” jawab Rian tidak yakin. “Tapi mirip ya. Cuma gayanya aja beda,” lanjut Rian. “Iya. Dan anehnya kenapa dia di sini? Bukannya dulu dia paling anti ya nongkong di tempat kayak begini? Jorok katanya.” Alvin mengingat bagaimana dulu Adrian terlalu sombong dan selalu memandang rendah orang lain. “Tapi aku denger emang di

