TABIR

1602 Kata

"Bagaimana menurut papa?" tanya Tama. "Apa papa paham maksudku?" "Sangat paham. Tapi, kalau dugaanmu benar, artinya, apa Tania otak dari semua ini?" Ardika memejamkan matanya. Tubuhnya masih terasa gemetar. "Itu dugaanku," ungkap Tama. "Masuk akal... Itu sebabnya, bisa jadi Tania pergi keluar negeri untuk menutupi semua ini. Dia membuat skenario agar bisa kembali membawa Disa ke tanah air tanpa menimbulkan kecurigaan orang orang," Dika terus bicara. "Itu sebabnya dia pergi padahal karirnya sedang berada di puncak." "Ah, Tama, papa bingung. Apa Prabu dan Tedja tahu soal ini?" tanya Dika. "Menurutku, Om Prabu tidak terlibat. Dia memperlihatkan foto yang dia anggap Nadin pada papa. Kalau tahu itu Disa, tidak mungkin Om Prabu melakukannya," Tama menjelaskan pemikirannya. "Kamu bena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN