Tama menatap Vya, "Aliran uang untuk apa?" "Itu sedang kita telusuri," jawab Vya. "Ada sesuatu yang terjadi." "Iya apalagi total sampai milyaran. Apa oknum bernama Idhang Buwana itu juga ada sejarah kurang bagus? Apa dia terlibat kasus?" "Sejauh ini tidak ada catatan kriminal," jawab Adi. "Hmm..." Tama menggumam. "Kasus ini menarik perhatian kita juga. Apalagi melibatkan seorang pegawai direktorat jenderal pajak," Vya menambahkan. "Kita gerak cepat agar bisa membuktikan segalanya." "Kalau membutuhkan bantuan apapun, kabari saja," Tama menatap Vya dan Adi bergantian. "Iya pak," Adi mengangguk. "Kami hanya berharap mendapatkan petunjuk tambahan mengenai sosok Ravindra." "Saya..." Tama berhenti bicara. Ia tiba saja teringat jurnal pribadi Ravindra Wistara. Siapa tahu ada isin

