Theo dan Vivi kini mengenakan pakaian serba hitam. Karena rumah Ami berdekatan dengannya, mereka memilih menunggu teman-temannya di sana untuk berangkat bersama ke acara pemakaman. Wajah Theo terlihat sangat biasa saat mengetahui temannya tiada, begitu pun dengan Vivi. Meski mereka pernah dekat, akan tetapi rasa sakit masih membekas pada Vivi. Apalagi luka yang Ami dan Raga tinggalkan … Vivi hanya bisa menyesalkan karena masih belum bisa mengucapkan maaf untuk terakhir kali. “Yang, Oris ama Rhea udah dateng,” ujar Theo. “Iya.” “Lu mau ke makam atau mau ke mall?” tanya Theo yang melihat riasan wajah Vivi seperti orang ingin ke suatu acara pesta. “Lah kan bener baju gue begini,” jawab Vivi. “Baju lu bener, tapi muka lu ngajak gelut,” sahut Theo. Rhea yang melihat temannya dengan riasan

