Setelah kemarin menghabiskan waktu di rumah orang tua Theo. Hari ini, Theo sedang ingin bermalas-malasan di dalam kamar. Ia tidak peduli dengan Vivi yang kini tengah sibuk seperti ingin pergi ke suatu tempat. Dan setelah Vivi sudah siap untuk pergi, wajahnya berubah menjadi penuh emosi. Vivi menarik selimut yang masih menutup tubuh polos Theo. Lalu … ia juga menarik kaki Theo dan hampir saja cowok itu terjatuh jika tidak berpegangan pada badan ranjang. “Yang! Apaan sih!” seru Theo. “Lu kenapa masih b***l begitu? Kan gue udah kasih tau semalem,” ujar Vivi. Theo mencoba mengingat perkataan Vivi semalam. Tetapi memang dasar dirinya pelupa, akhirnya Theo mendapatkan cubitan pada bagian pahanya. “ARGH!” teriak Theo dengan mengusap pahanya yang kini memerah. “Pasti lupa! Hari ini ada pamer

