The.Vi - 25

1128 Kata

Setelah kemarin Theo dibuat lelah mengelilingi kota Tokyo, akhirnya mereka memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia. Semua barang yang sudah Vivi beli pun tengah diangkut menggunakan jasa antar jemput barang dari bandara. Sementara Vivi dan Theo masih menyelesaikan kegiatan mereka di hotel. Apalagi jika bukan karena Theo yang terus merengek meminta jatah iya-iya pada kekasihnya itu. “Ahh … yang, pelan dikit,” desis Vivi saat penyatuan itu terjadi. “Ahhh … lu udah keluar, yang?” “U-dah … ehm, terusin aja … enak banget,” ujar Vivi sambil memejamkan matanya. Pinggul Theo terus memompa tubuh Vivi dengan tempo yang tidak beraturan. Membuat rasa geli, dan nyeri terasa dalam satu waktu. Desahan mereka pun menggema di seluruh ruangan kamar. Dengan tubuh Theo yang berada di atas Vivi, kegi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN