Theo baru saja tiba di halaman rumahnya yang luar, rumah orang tuanya yang memang jarang dikunjunginya. Theo berjalan masuk ke dalam rumah, dan di sambut oleh kepala asisten rumah di sana. Theo hanya tersenyum dengan berjalan santai. “Nyonya sudah menunggu anda di ruang kerja, Tuan Muda,” ujar kepala asisten rumah. “Oke, Pak.” Rumah mewah itu terlihat begitu sepi karena memang jarang dihuni keluarga besar. Sampai di depan ruang kerja, Theo membuka pintu lalu menyapa ibunya yang sedang duduk di meja kerja. “Ada apa sih, Ma? Kok tiba-tiba nyuruh pulang?” tanya Theo. “Kita sekeluarga mau liburan ke Eropa, kamu harus ikut!” ujar Aqila. “Gak bisa, Theo udah ada plan sama temen-temen ke puncak,” ungkap Theo. “Kamu gak bosen apa sama temen mulu! Kapan kamu ada waktu buat keluarga?” tanya A

