Hari mulai gelap,tapi tak ada tanda-tanda mereka bisa menemukan pak Danuarta. Alfin tak bisa tenang sebelum menemukan sang ayah. "Mir. Ayo kita ke kantor polisi,papa harus secepatnya ditemukan." ujarnya tegas mengambil kunci mobilnya. Amir menahan tangan tuan mudanya,Alfin keheranan karena Amir mencegah nya. "Kita tidak bisa melakukan nya sebelum 1 x 24 jam, Tuan." Amir menjelaskan. "Ck.." Alfin berdecak kesal,dia benar-benar merasa bodoh sekarang. "Mir, bagaimana kalau itu memang ulah nya,Ardan. Saya tak mau papa menjadi korbannya lagi,Mir." di usapnya wajah nya dengan kasar, fikirannya tak tenang sedikitpun. "Tenang tuan,besok kita akan mencarinya lagi. Sebaiknya anda istirahat dulu,ini sudah malam dan anda terlihat letih." ujarnya iba. Meskipun dia tak tau masalah apa yang

