Pagi yang biasanya indah,bagi Ryan semua sudah tak ada lagi, beberapa kali dia bahkan mimpi bertemu sang istri yang keberadaannya entah dimana tak diketahuinya. Pagi ini dia seperti biasa masuk kantor, meskipun banyak cibiran dari orang-orang yang di dengar nya tapi dia menutup telinga untuk hal yang tak ingin di dengar nya itu. "Hay papa..." sapa seseorang yang sangat di kenalnya, begitu dia keluar dari mobil. Ryan menatap nya kesal jika tak ingat wanita itu di lindungi hukum maka akan di pastikan Ryan akan kasar padanya,tapi dia ingat kata-kata Alfin untuk tak memperburuk keadaan. "Mau ngapain lo kesini?" cecarnya masih dengan tatapan tajam. "Ko ngapain sih? Anak kamu kangen sama kamu,papa.." "Cukup El!!!" pekiknya geram,untung saja parkiran masih sepi,"gue ga tau apa yang lo mau,t

