Darrius Warren tiba di club malam yang musiknya terdengar hingar-bingar di telinganya bahkan dari luar. Dia sungguh tak suka berada di tempat seperti ini tapi mau tidak mau dia harus datang untuk menjemput seorang gadis yang sejak pertama mereka bertemu sudah menyusahkannya.
Dia ingat di hari pertama mereka bertemu dan saling menatap untuk pertama kalinya. Dia langsung merasa tak suka pada gadis itu.
Darrius melangkah memasuki pintu dan saat penjaga mencegatnya dia mengeluarkan identitasnya, memberitahukan maksud kedatangannya, berbohong dengan mengatakan ingin menjemput keponakannya dan jika mereka tidak mengizinkannya masuk maka dia akan menemukan cara hingga club ini akan ditutup selamanya. Dengan berat hati mereka mengizinkannya masuk ke dalam.
Saat sampai di dalam Darrius mencoba menyesuaikan matanya dengan lampu yang temaram, berkelap-kelip dengan berbagai warna. Hanya karena lampu itu saja sudah membuat dia merasa tak nyaman apalagi ditambah dengan musik yang memekakkan telinga. Jika bukan demi sahabat dan sepupunya dia akan membiarkan saja gadis itu membusuk di sini.
Dia menerbos masuk melewati orang-orang yang berdansa mencoba menemukan gadis itu di antara lautan manusia. Tidak segan-segan beberapa wanita mencegat langkahnya, meraba-raba tubuhnya bahkan meremas bokongnya. Dia bahkan harus melindungi miliknya karena tidak ingin mereka mencuri kesempatan menyentuhnya di sana. Saat mencari selama 10 menit tapi tak juga menemukan gadis itu akhirnya dia menghubungi Shirley dan memintanya mengirimkan foto anaknya padanya.
Dia menunjukkan foto itu pada seorang bartender yang enggan mengatakan padanya di mana Eleina padahal dia tahu jika laki-laki itu mengenalinya di foto itu.
Dia menarik kerahnya dengan kesal dan memperlihatkan identitasnya.
"Aku tahu kamu tidak mungkin bersih jika bekerja di tempat seperti ini, jadi jika tidak ingin membusuk di penjara sebaiknya kamu katakan di mana gadis ini!"
"Dia bersama teman-temannya berada di kamar yang ada di belakang, kamar no 8," ujar bartender gugup.
"Terima kasih," ujar Darrius melepaskan orang itu dan menuju tempat yang laki-laki itu tunjuk.
Saat sampai di sana dengan kesal dia baru akan membuka pintu tapi urung dia lakukan sebab mendengar mereka menyebut-nyebut tentangnya.
"Kenapa kamu tidak menjerat pengacara mamamu saja? Siapa namanya? Darrius Warren bukan? Dia sangat tampan, kaya dan aku yakin juga hebat di ranjang dan hidupmu akan terjamin jika menikah dengannya walaupun kamu juga punya harta warisan tapi tidak ada salahnya bukan memiliki jaminan lain," ujar Adelia, sahabat Eleina.
"Darrius Warren?! Apa kamu tidak salah Adelia? Aku bahkan tidak suka melihatnya apalagi harus menjadikan dia suamiku," ujar Eleina bergidik ngeri.
Lebih baik aku perawan tua daripada harus menikah dengan laki-laki sombong, kasar dan sangat menyebalkan itu, batin Eleina saat ingat akan laki-laki itu.
Eleina hanya menatap kesal pada temannya yang sama sekali tak tahu tempat dan tak merasa malu pada mereka. Ia bisa mendengar desahan dan ciuman yang tampak terlalu berlebihan baginya.
"Jika kaya kenapa tidak Eleina, benar bukan Rick?" tanya Adelia saat selesai berciuman.
"Hmmm," jawab Rick.
Eleina mendongak menatap Rick dan hanya tertawa mendengarnya.
"Ya walaupun dia terlalu tua untukmu tapi aku yakin kamu bisa menoleransinya," ujar Adelia kembali.
Tiba-tiba pintu terpental terbuka dan sesaat Eleina mengira jika ia salah lihat siapa yang ada di depan pintu tapi dirinya tidak mungkin salah lihat sebab setiap kali mereka bertemu permusuhan akan mengudara dan terasa panas seperti gunung berapi yang siap meletus. Eleina yang saat itu sedang berbaring di pangkuan Rick langsung bangun sedangkan Adelia yang sedang b******u dengan kekasihnya seketika melonjak terkejut.
"Mau apa kamu kemari!" cerca Eleina saat sudah tersadar.
"Menjemputmu tentu saja gadis binal."
Eleina terkesiap mendengarnya dan menatap Darrius dengan sorot mata kebencian. Sejak laki-laki itu menjadi pengacara mamanya 3 tahun lalu, ia sudah sangat membencinya karena bahkan sejak pertama laki-laki itu memandang remeh dan hina padanya.
"b******n! Aku tidak akan ikut denganmu!"
Darrius tak peduli dan menarik Eleina bangun kemudian memanggulnya di bahu.
"Turunkan aku manusia bar-bar! Aku tidak mau ikut denganmu!" jerit Eleina di bahu Darrius dan berusaha turun hingga Darrius memukul bokongnya beberapa kali seolah-olah dirinya anak kecil yang nakal.
"Lepaskan!" jerit Eleina semakin marah dan memukul-mukul punggung Darrius bahkan mencakarnya dengan kesal tapi dia tak memedulikannya dan terus membawa Eleina keluar dari sana.
Tidak ada yang berani menghentikannya sebab mereka merasa begitu takut dengan wajah sangarnya. Sejak tadi dia memang merasa kesabarannya sudah diambang batas dan dengan senang hati dia akan menghajar siapapun yang berani menghalanginya.
Saat sampai di dalam mobil dia melempar Eleina ke kursi depan dan memasangkan sabuk padanya.
"Jika kamu berani kabur maka kamu tahu akibatnya," ujar Darrius dengan nada yang tak ingin dibantah.
"Kamu bukan papaku! Apa hakmu melarangku untuk pergi ke mana?!" jerit Eleina kesal.
"Ya, aku memang bukan papamu, saat ini papamu sedang membusuk di dalam kuburannya karena dosa-dosanya."
Air mata mengalir di pipi Eleina dan ia tahu jika Darrius membencinya tapi haruskah dia mengingatkan dirinya jika di dalam darahnya mengalir darah laki-laki kejam itu.
Dengan marah Eleina memukul Darrius yang duduk di sebelahnya siap mengemudi dan berusaha mencakar wajah laki-laki itu.
"Kendalikan dirimu sebelum aku lepas kendali!" ujar Darrius menatap Eleina dingin saat mencengkram tangannya. Dirinya yang seorang pengacara terkenal selalu bisa berkepala dingin dan mengendalikan diri dengan mudah tapi harus selalu berusaha keras melakukan semua itu di dekat gadis ini.
"Jika bukan karena Sara dan Leon bahkan aku akan membiarkan saja dirimu membusuk di sana apalagi jika kamu sampai masuk ke dalam penjara, aku akan senang sekali hingga aku tidak merasa perlu susah karena dirimu lagi," ujar Darrius kembali menjalankan mobilnya.
"Aku membencimu!" jerit Eleina.
"Aku tidak memintamu menyukaiku," ujar Darrius dan terus melajukan mobilnya menuju kediaman Eleina.
Saat sampai di rumah Eleina, dia turun dan menyeret Eleina bersamanya.
"Jika kamu melakukan sesuatu yang membuat ibumu sedih lagi maka akan aku pastikan kamu menerima akibatnya," ucap Darrius dingin.
"Aku tidak takut padamu," ujar Eleina.
"Coba saja, Eleina!" ancam Darrius dengan penuh penekanan dan kembali menarik lengan Eleina mengikutinya.
Saat sampai di pintu depan dia menekan bel dengan tidak sabar dan Shirley membuka pintu. Dengan cepat ia memeluk Eleina dan membawanya masuk.
"Eleina, kenapa kamu tidak mendengarkan perkataan, Mama?"
Eleina tak mampu menjawab, ia pergi ke club malam karena ia muak melihat ibunya yang berduaan dengan Darrius di ruang kerja mereka. Sejak menjadi pengacara Shirley, ia bisa melihat kedekatan mereka dan ia takut Darrius mungkin akan menjadi ayah tirinya. Ia sama sekali tak ingin memiliki seorang ayah lagi apalagi bahkan laki-laki itu lebih muda dari ibunya dan lebih cocok menjadi adiknya ketimbang suaminya.
Menurut Eleina, Darrius mendekati ibunya pasti karena menginginkan harta ibunya sebab dia laki-laki yang sangat tampan dan juga pengacara yang sukses, untuk apa ia mendekati wanita yang lebih tua jika bahkan dia bisa mendapatkan gadis yang masih muda. Meski saat ini ibunya masih tampak muda diusianya yang 48 tahun tapi usia laki-laki itu dan ibunya terpaut 16 tahun hal itu akan sangat memalukan jika ibunya sampai menikah dengan laki-laki itu.
Tentu saja mungkin ia akan muntah jika harus memanggil laki-laki itu dengan sebutan Papa.
"Maaf, Darrius karena sudah menyusahkanmu," ujar Shirley sambil menyentuh tangan Darrius dan hal itu tak luput dari tatapan Eleina. Dia merasa ingin muak melihatnya.
"Eleina, minta maaf pada Darrius!"
"Aku tidak mau, Mama!"
"Eleina!"
"Aku tidak memintanya menjemputku!"
"Mama yang memintanya, Mama tidak tahu lagi ada apa denganmu, kenapa kamu jadi seperti ini?!"
"Aku tidak mau melihat dia di rumah ini, aku membencinya! Jadi sebaiknya Mama pilih saja dirinya atau aku?!"
"Mama membutuhkannya, Eleina, dan kamu tidak bisa egois seperti itu."
"Kalau begitu aku akan pergi dari rumah!"
"Eleina!" bentak Shirley kesal
"Biar aku yang bicara padanya," ujar Darrius dan mengejar Eleina yang naik ke kamarnya di atas.
Dengan kesal Eleina mengemas semua barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tas hingga dia mendengar pintu yang tertutup di belakangnya. Dengan cepat dia berbalik dan menemukan Darrius di sana menatap padanya.
"Katakan kenapa kamu tidak menyukai aku?"
"Karena kamu b******n sombong, kasar dan dingin! Selain itu kamu juga tidak menyukai aku, jadi kenapa aku harus menyukaimu?" tanya Eleina ketus.
"Dan jangan harap aku akan menerimamu sebagai papa tiriku," sambungnya lagi dan menatap Darrius dengan pandangan benci.
Darrius terdiam mendengarnya dan tak berniat mengoreksi pernyataan Eleina.
"Belum cukupkah mamamu menderita selama ini? Dan kamu masih ingin menambahkan luka di dalam hatinya? Aku pikir kamu menyayanginya tapi sepertinya aku salah. Kamu hanya menyayangi dirimu sendiri saja, egois dan kekanak-kanakan, seperti anak kecil," sindir Darrius.
"Pergi saja dari rumah jika itu maumu dan saat kamu harus menguburkan mamamu yang patah hati karenamu aku harap kamu tidak akan menyesalinya," sambung Darrius dan bergegas keluar dari sana sebelum ia lepas kendali.
"Jangan tampakkan wajahmu yang arogan lagi di rumah ini maka aku tidak akan menyakiti mamaku!" pekik Eleina kesal.
Eleina duduk di pinggir ranjangnya setelah laki-laki itu pergi. Entah kenapa dia sangat ingin menyakiti laki-laki itu dan setiap berada di dekatnya dia selalu dengan mudah membuatnya marah. Eleina mencoba menenangkan diri dengan menarik napas secara perlahan.
"Tarik napas, hembuskan," ujar Eleina dan hal itu ia lakukan beberapa kali. Sejak bertemu dengan Darrius hal itu sudah menjadi rutinitasnya setelah mereka selesai bertemu.
Saat sudah tenang akhirnya ia menyerah, dirinya merasa memang tidak boleh menyakiti Shirley sebab mamanya sudah cukup menderita selama ini.
"Maafkan aku yang sudah bersikap egois, Mama," lirih Eleina pelan.
***
Jangan lupa klik love ya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. Thx ^^