*** Nara meremas tangannya sendiri, setetes air bening jatuh dari matanya, iya dia menangis, menangisi perasaannya yang bertepuk sebelah tangan, bahkan selama ini dia bertahan walau banyak yang nyinyir dan bergosip tentangnya bahkan pernah terang-terangan melabraknya walau dia tidak pernah cerita pada Reno, untung ada Siska yang membelanya. Nara membalik badannya hendak pergi, alangkah kagetnya dia saat melihat Siska sudah ada di belakangnya sambil memasang wajah sangar. Siska bahkan sudah bersiap melabrak Reno dan masuk ketoilet kalau saja Nara tidak menariknya menjauh. Mereka duduk dibelakang gedung sekolah yang sepi, Nara sudah menangis sesegukan. "Udah jangan Nangis, buat apa coba nangisin orang kayak dia? Gak guna, udah taukan sekarang busuknya? Jadiin pelajaran jangan sampai keba

