*** Author POV. . . . Davi menghela nafasnya pelan sembari menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi kebesarannya, memejamkan mata sesaat berharap rasa penatnya sedikit berkurang, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam dan dia masih berkutat dengan kertas – kertas yang tidak ada habisnya. Bajunya bahkan sudah tidak karuan, dasi yang tadi masih melilit lehernya kini tergeletak entah dimana, dua kancing teratas kemejanya sudah terbuka serta lengan kemejanya di gulung sembarangan. Drrrttt.....drrrrtt.... Sebuah pesan masuk menarik perhatiannya, dengan malas Davi mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Davi menegakkan tubuhnya dan melihat ke layar ponselnya, nomor tidak di kenal. Kita selesain masalah kita, gue tunggu ditaman belakang SMA Bhakti. 081xxxxxxxxxx (sensor) Rahang

