*** Nara POV. . . Malam sudah semakin larut saat gue dan kak Davi duduk didepan jendela besar kesukaan gue sembari memandangi langit malam yang terlihat sangat cerah. Ternyata dari ketinggian 30 lantai langit sangat terlihat indah walau gak terlalu banyak bintang bertaburan. Canggung, itulah yang sekarang gue rasain. Bayangin aja udah gak ngobrol selama dua minggu tahu-tahu sekarang duduk sebelahan dengan niat baikan walau sampai sekarang kami masih saling diam sambil menyesap teh hangat buatan Novi. Lumayan buat ngalihin perhatian setelah kejadian peluk – pelukan di depan pintu kamar tadi. Gue lirik sedikit kearah kanan gue, kak Davi sekarang duduk bersila dengan tangan kanan bertumpu pada paha kanan menopang wajanya. Wajahnya menghadap kearah gue, menatap intens membuat gue salah ti

