*** Nara POV. . . "Kenapa sayang? Kok ngelamun?" kak Davi berdiri di samping gue yang sekarang lagi ngelamun didepan pemanggang, membantu Bi Onah ART rumah kak Davi memanggang jagung. Gue memutar kepala menuju arah suara. Iya entah kenapa perasaan gue jadi campur aduk setelah mendengar apa yang Opa ucapkan tadi. "Kak, gak akan ada masalah lagikan di hubungan kita?" tanya gue berharap jawaban kak Davi akan membuat gue sedikit merasa tenang. "Kenapa? Kok ngomong begitu? Opa ngomong yang aneh – aneh ya?" gue terdiam bingung mau manjawab apa. "Dengar." Kak Davi memegang bahu gue dan memutar badan gue menghadap kearahnya " Setiap hungungan pasti ada pasang surutnya, tinggal bagaimana cara kita menyingkapinya. Kamu percaya sama kakak kan?" sesaat gue terdiam memperhatikan sorot mata kak Da

