*** Author POV. . . . Nara memandang keluar jendela mobil yang sekarang sedang melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan di kegelapan malam. Sesekali tangannya mengusap pipinya, menghapus setiap tetes air mata yang tidak bisa dia tahan lagi. Sesekali Davi melirik kearah Nara yang mematung melihat keluar jendela seolah ada hal menarik di luar sana. Beberapa kali lelaki itu ingin membuka mulutnya mengatakan sesuatu. Namun kemudian dia urungkan, takut apa yang akan dia katakan justru akan membuat Nara semakin sakit. Davi menepikan mobilnya tepat di depan pagar rumah Nara. Belum mesin mobil mati, Nara sudah membuka pintu, dan langsung bergegas masuk ke dalam rumah tanpa sedikitpun berbicara dan menoleh ke belakang. Davi hanya mematung memperhatikan tubuh Nara yang berjalan menjauh me

