Maudy seperti menemukan kejanggalan dalam cerita Nuril. Dia merasa Nuril pun menyembunyikan sesuatu. Selama ini, bukan dia tidak perhatikan kenapa mamanya selalu saja merasa terkejut atau bahkan tidak ingin menceritakan masa lalunya. Jujur, dia belum bisa terima saat semua orang mengatakan dia kehilangan ingatannya. Sama seperti percakapannya dengan Nuril beberapa jam yang lalu, "Halo" sapa suara di seberang, "Halo, Nuril" kata Maudy pelan, "Ini siapa? Ini, Maudy?" Teriak Nuril "gue kangen tahu, kamu sih main pergi aja enggak nungguin aku balik dari Bali. Tapi, ia sih gue juga belom pulang. Entar kelamaan nungguin gue, lagian Tante udah bilang kok" ujarnya, terkekeh sendiri. Maudya hanya tersenyum mendengar perkataan sepupu sekaligus sahabatnya itu, "kamu apa kabar?" Tanya Maudy, "

