Arga memikirkan perkataan Tirta tapi bukan itu yang terpenting. Baginya, tidak masalah Maudy tidak mengingatnya, hanya saja tidak semua masalah bisa selesai dengan begitu saja. Arga sudah berhenti minum alkohol sejak dia tahu Maudy kecelakaan, tapi ternyata malam ini tidak bisa membuatnya memikul sendirian beban itu. Dia minum hingga mabuk dan tidak tahu siapa yang mengantarnya pulang ke rumah. Ketika pagi menyapa, entah Arga sudah menduga atau tidak, yang jelas Tirta sudah ada di apartemennya. "Loe ngapain di sini?" tanya Arga padanya. "Seperti yang loe lihat" ujar Tirta cuek. Dia tidak peduli, hanya mengambil air dingin di kulkas dan meminumnya langsung, bahkan dari botolnya. "Lama-lama apartment gue udah jadi punya loe kayanya" balas Arga lagi. "Maybe" ucapnya singkat sambil menged

