Entah Arga yang terlalu cepat atau mama yang terlalu banyak melamun "Ma" panggil Arga, ini sudah yang ketiga kalinya, dia sekalian menggoyangkan bahu mamanya agar tersadar dari lamunannya. "Ah, ya mas" ujar sang mama "maafkan mama ya, terlalu banyak melamun akhir-akhir ini" ujar mama tidak enak. Dia sebenarnya tidak mau begini tapi kadang mau bagaimana lagi, bernostalgia dengan masa lalu memang membutuhkan banyak waktu dan juga energi yang terkuras habis. Apalagi, tentang dirinya yang dulu terlalu naif dan bisa dikatakan bodohh. Dia tidak peduli orang mengatakannya begitu karena dia pun memang mengakuinya. "Mas, makan ya! Sudah mama panaskan kok. Sebentar mama ambilkan" katanya, lalu mengambil peralatan makan dan makanan yang akan dimakan Arga malam ini. Setelahnya dia kembali ke me

