Pak Robi melihat luka di tangan Devan yang terus mengeluarkan darah. Sepertinya luka itu sangatlah dalam. "Kau terluka, mari, saya antar kamu ke Rumah Sakit untuk mendapat pengobatan. Lukamu sepertinya sangat dalam," kata Pak Robi. Pak Robi menarik tangan Devan dan melihat langsung luka bekas sayatan itu. Benar saja, luka itu sangat dalam juga sayatan itu terlalu panjang. "Biar saya obati!!" Ada seorang perempuan yang datang dengan membawa kotak obat di tangannya. Dia bernama Kinan. Kinan adalah seorang koki di cafe sekaligus restoran itu. "Tidak. Saya tidak apa-apa, kamu tidak usah obati luka saya, sebentar lagi juga sembuh," tolak Devan. Namun, Kinan tetap memaksa dan meraih tangan itu, menguncinya dengan tangan yang lain. "Jangan anggap remeh. Lukamu bisa infeksi nanti." P

