Kenyataan yang sebenarnya

1222 Kata

Candra menjadi sangat marah, ia memberang tak kalah dengan Tristan pun sama sama memberang. Mereka merasa tertantang akan menantu pengangguran itu. "Mundur lah, kau pasti akan mati, menantu pengangguran." "Tidak mungkin setelah aku membuktikannya." Candra terkekeh, rupanya ada anak kemarin sore ini tidak takut kepada seorang pria berdarah dingin? Yang benar saja. "Baiklah, jangan salahkan kami kalau kami mengirim mu ke neraka sekarang juga." Angin berhembus begitu besar, dedaunan pun ikut terbang karenanya. Awan berubah menjadi hitam seperti hendak turun hujan. Walaupun begitu, Devan tidak takut dan tak akan mundur. Candra sudah siap dengan cahaya yang ia keluarkan dari kedua tangannya. Sedangkan Tristan sudah dengan cahaya merah menyala seperti kobaran api. Tubuh Tristan ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN