Devan kembali ke markas untuk kembali memenuhi tugasnya. Tapi sebelum itu, Devan ingin bertemu Raina terlebih dahulu sebab ia ingat jika dirinya bisa menyembuhkan luka. Semoga Raina masih ada di RS Polri itu. Benar dugaan Devan, Raina masih belum sembuh secara total, nampaknya luka tusukan itu sangat dalam hingga Raina memerlukan waktu panjang untuk menyembuhkannya. Devan tersenyum dan kini ada di depan gadis itu. Nampaknya mood gadis itu tidak baik, ia masih cemberut melihat kedatangan Devan. "Apa? Kenapa senyum-senyum gitu, huh? Udah selesai urusan mu?" cetus Raina. Devan menghampiri gadis itu. "Kenapa sih? Judes amat. Eh, aku punya sesuatu untukmu." Devan menarik Raina untuk masuk ke dalam ruangan, sementara Raina memegang perutnya, ia menggaduh kesakitan. "Hei Devan, apa ka

