"Tunggu, bukankah itu motor yang kita kejar tadi? Rupanya mereka ada di tempat ini." Opik membuka suara setelah melihat lima motor yang sempat ia kejar saat di jalan besar tadi. Kebetulan sekali. "Devan, ini tempat yang aku maksud. Tristan sempat membawaku kemari untuk bertemu dengan Rully." Raya berbisik pelan di dekat telinga Devan. Ia tidak ingin Geo maupun Opik mendengar perkataannya. "Benarkah? Kalau begitu kebetulan sekali." 'Lalu, Rendi? Apa dia ada di sini juga? Apa dia menemui Rully?' batin Devan. "Kita turun!!" keputusan Devan sudah bulat, ia ingin tahu semuanya. 'Apa Rendi sengaja bersekongkol dengan Rully? Setahuku, Rully adalah bosnya. Tapi, bukankah Rendi waktu itu tidak ada di sana? Sebenarnya ada apa ini?' batin Devan. Semua turun terkecuali Raya. Devan melarang

