Pertarungan kembali terjadi. Malam semakin panas, bahkan keringat pun semakin bercucuran. Devan melawan mereka sendirian dengan keadaan tubuh penuh dengan darah. Tidak masalah, anggap saja malam ini sebagai latihannya untuk mengasah tenaga yang sudah dia dapatkan dari Jubah Hitam juga Ratu ular. Rully menendang Devan dari belakang tubuhnya hingga Devan tersungkur. Devan kembali bangun dan kini dirinya sudah berada di tengah-tengah pertarungan. Raya mendengar ada suara keributan dari bawah sana. Dia melihat dari arah jendela kamarnya. "Devan?" Matanya terbelalak saat melihat seorang pria itu dalam bahaya. Dia tidak terima jika Devan akan mati diserbu oleh orang-orang Tristan. Tidak. Ini jangan terjadi. Raya berlari menuruni anak tangga. Namun, tangannya sudah dicekal oleh seoran

