MEGGY POV Sudah dua Minggu aku tidak menjenguk kak Willy. Aku merasa putus asa dengan kak Willy yang seolah tidak ada keinginan sedikitpun untuk merespon aku, bahkan aku telah memberitahunya tentang keberadaan anak dalam perutku pun tapi tetap tidak mampu membuat kak Willy memberi respon apapun. Aku pun tidak bertanya tentang keadaan kak Willy pada kak Robin ataupun Olin dan yang lainnya. Aku hanya mencoba menyembunyikan perutku yang terus mulai membuncit ini dengan selalu mengurung diri di kamar, menyembunyikan segala vitamin dan s**u kehamilan yang aku beli di apotik hasil dari browsing inet. Ceklek. Mbok Ijah masuk ke kamarku seperti biasa dengan membawa makanan untukku. "Non, nggak mau turun? Ada tamu penting lho di bawah." Ucap mbok Ijah. "Tamu nya siapa mbok?" Tanyaku. "Tamu

