Last Breath

1875 Kata

AUTHOR P.O.V. "Astaga kak! Kamu sadar! Kamu bangun kak Willy! Ya Tuhan, terima kasih." Ucap Meggy yang langsung memeluk Willy dan menangis di d**a Willy. ********************* "Uhuk! Uhuk! Uhuk! Meg... sa...kit." keluh Willy mengerang karena Meggy memeluknya begitu erat. Meggy segera melepaskan dirinya dari Willy dan mengusap airmatanya. Willy menoleh padanya dan tersenyum dengan tatapan yang masih lemah. "Gadis cengeng kesayanganku." Ucap Willy lemah. "Kak Willy jahat! Tidurnya lama sekali!" Protes Meggy sambil tersenyum dalam Isak tangisnya. "Berapa lama Meg?" Tanya Willy. "Kak Willy hitung aja sendiri! Yang jelas sekarang perut Meg sudah buncit!" Kesal Meggy dengan manyun. Willy pun berusaha menoleh ke arah perut Meggy, lalu menatap kekasihnya dengan menyesal. "Maafin aku ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN