Gangster?

1061 Kata
Cathrine memasuki rumahnya dan merebahkan tubuhnya ke sofa hitam. Cathrine termasuk orang yang berada karena rumahnya bisa dikatakan mewah. Di rumah itu, Cathrine hanya tinggal bersama asisten rumah tangganya yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri. Ayah Cathrine adalah seorang pengusaha yang suka pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjannya. Sedangkan ibunya Cathrine tentu saja mengikuti suaminya pergi ke luar negeri. Kesepian sih pasti, apalagi Cathrine adalah anak tunggal. Tapi mau bagaimana lagi? Cathrine tahu apa yang dilakukan kedua orangtuanya pasti untuk kebaikan dirinya juga. Cathrine tidak mau berpindah-pindah sekolah oleh karena itu Cathrine tinggal di Indonesia dan tidak mengikuti kedua orang tuanya. Dengan berat hati orang tua Cathrine meninggalkan Cathrine di rumah megah mereka. Dan tanpa banyak orang tau, Cathrine membentuk sebuah gangster yang ia beri nama 'Red Monster' atau biasa disebut dengan 'REDMONS'. Gangster itu diketuai oleh Cathrine sendiri yang seorang wanita. Sebagai wanita, Cathrine bisa dibilang adalah wanita yang sangat jago bela diri di usianya yang masih 16 tahun. Ia juga suka ikut bertarung dengan gangster lain yang pasti dimenangkan oleh Redmons karena Cathrine sangat mahir dalam bela dirinya. Tidak ada yang bisa mengalahkan Cathrine saat ia sudah bertarung. Walaupun Cathrine sangat kuat, Cathrine tidak pernah membunuh lawannya karena Cathrine tidak pernah menggunakan sejata saat bertarung dengan lawan-lawannya. Karena menurut Cathrine jika bertarung menggunakan s*****a adalah pengecut. Cathrine membuat gangster hanya untuk bersenang-senang mengisi waktu luangnya yang menurutnya membosankan dan mengasah kemampuan bela dirinya. Lagipula Cathrine tidak pernah berniat menjadi pembunuh. Ayolah, ia masih mau bebas berkeliaran di dunia luar, bukan ingin terkurung di penjara. Walaupun Cathrine membentuk gangster, tapi Cathrine dan teman satu gangsternya tidak pernah mencoba obat terlarang maupun s*x bebas yang akan merugikan mereka sendiri. Ini gangster sehat yang tidak banyak ulah, kecuali jika ada yang menantang mereka. "Ah jam segini pasti Bi Sari masih di pasar. Huwaaaa Cathrine yang cantik nan imut bin kiyut ini bosen," keluh Cathrine sambil merentangkan kedua tangannya di sofa. "Daripada gue mati bosen disini mending gue ke basecamp aja deh," gumam Cathrine beranjak menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Cathrine menggunakan kaos pendek putih polos dilapisi dengan jaket levis dan celana jeans pendeak yang dipadukan dengan sepatu converse putihnya kesayangannya. Setelah siap dengan stylenya, Cathrine langsung mengambil kunci Fufu (re: minicooper putihnya) yang terletak diatas meja. "C'mon Fufu kita ke basecamp!" Ucap Cathrine dengan semangatnya yang membara. Cathrine mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang karena ia terlalu malas ngebut di siang hari. Dan ia juga tidak ingin ada acara tilang-menilang karena dirinya sendiri juga belum memiliki surat izin mengemudi karen belum cukup umur. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, akhirnya ia sampai di basecamp Redmons, Cathrine memarkirkan mobilnya di halaman basecampnya yang luas. Disana juga terparkir mobil serta motor milik teman-temannya yang memang sedang berada disana. Base camp Redmons sebenarnya adalah rumah yang luas yang dibeli oleh anggota Redmons dengan uang mereka sendiri karena mereka membuka banyak bisnis yang beberapa dibantu oleh keluarga Cathrine untuk mengurus surat-surat yang diperlukan untuk membuka bisnis itu. Cathrine memasuki basecamp yang disambut tos ala Redmons oleh Roy dan Alvin yang tengah merokok di teras. Tapi saat Cathrine sampai, mereka mematikan rokok mereka karena mereka tau jika Cathrine tidak teerlalu suka dengan asap rokok. "Wow siapa yang dateng ini? Bukannya ini ketua Redmons yang ditakutin para gangster itu? Uww mau apa dia kesini coba? Aduh dedek atut hiii." goda Alvin yang dihadiahi jitakan oleh Cathrine. "Alvin sayang bolo-bolokuh, kayaknya tangan gue rada gatel deh," ucap Cathrine dengan seringai andalan miliknya. "Tangan lo gatel, Cath? Sini gue garuk biar gak gatel lagi." Roy berkata dengan polosnya. Sedangkan Cathrine dan Alvin hanya melongo mendengar perkataan Roy yang super polos itu. "Roy, lo gak sakit kan? Kok gue khawatir sama keadaan otak lo," ucap Alvin sambil memegang dahi Roy dengan telapak tangannya. "Dosa apa gue kok bisa punya anak buah yang otaknya masih pentium gini." Cathrine menghela nafas melihat kelakuan kedua temannya itu. Sedangkan Roy hanya memasang wajah polos, untuk yang ke sekian kalinya mendengar ucapan Cathrine dan Alvin. Sungguh dua orang di hadapan Roy itu ingin sekali memutilasi Roy lalu membuang potongan dagingnya di Danau Toba untuk memberi makan piranha, yang sebenarnya itu tidak mungkin terjadi karena di Danau Toba tidak ada piranha. "Udah-udah daripada kepala gue pusing punya temen yang spesiesnya macem Roy, mending kita masuk terus nonton film Naruto aja lah daripada gue ikutan gila kaya Roy," ucap Cathrine sambil menggandeng lengan Roy dan Alvin ke ruang tengah. "Tumben base sepi, yang lain pada kemana? Biasanya udan rame sama teriakan Karina sama Tiara yang rebutin cogan." Tanya Cathrine saat sudah di dalam. "Dia berdua lagi akur ngedrakor di kamar atas, Chris lagi ngapelin pacarnya, Sony lagi nemenin nyokapnya belanja, biasa anak baik, Diego, Ben, Frank, Peter, sama Yosua lagi tidur diatas. Yang lainnya lagi sibuk sama urusannya masing-masing" jelas Roy. Cathrine hanya mengangguk mendengar penjelasan Roy. "Vin, hard disk gue yang ada film Naruto kemaren ditaro mana? Ambil gih, kita tonton sekarang aja. Gue sama Roy nyiapin cemilan sama minuman" ucap Cathrine sambil berjalan menuju dapur lalu menggeledah kulkas yang tiap saat selalu penuh karena Karina suka belanja. Red Monster tidak hanya ada laki-laki saja, ada beberapa wanita yang bergabung juga seperti Karina dan Tiara tadi. Walaupun tidak sebanyak laki-laki, tapi wanita disini juga cukup mahir bela diri. Lihat saja ketua sekaligus pendirinya saja Cathrine yang seorang wanita. "Siap laksanakan, Young Lady," balas Roy dan Alvin. Alvin menaiki tangga untuk mengambil hard disk yang sepertinya ada di salah satu kamar diatas, sedangkan Cathrine dan Roy menuju dapur untuk mengambil beberapa cemilan dan coke untuk menemani mereka menonton film kesukaan mereka bertiga. Bis dibilang mereka bertiga hanya satu frekuensi jika sudah menyangkut film kesukaan mereka ini. Saat sudah sampai di ruang tengah, Alvin langsung menyalakan laptop dan menyetel anime kesukaan mereka, Naruto. "Cath, btw tadi ada gangster yang nantang kita," ucap Alvin saat mereka sedang asik menonton. "Gangster mana? Berani juga mereka," tanya Cathrine sambil memasukkan cemilan ke mulutnya dengan santai. "Dark Blue." Kali ini Roy yang menjawabnya. "Dark Blue lagi?" Ucap Cathrine enteng. "Iya, mereka katanya mau balas dendam gara-gara anggotanya ada yang luka parah terus masuk rumah sakit. Mereka juga penasaran sama ketua Redmons yang terkenal misterius." jelas Alvin sambil memasukkan stik kentang ke mulutnya. "Oh, mereka penasan sama gue, ok guys kita kasih kejutan ke mereka besok malam, doh seneng banget gue lama gak berantem soalnya" ucap Cathrine dengan seringaian miliknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN