Bab 58: Curiga

1767 Kata

“Kakak jarang banget ngabari aku. Sibuk benar, ya?” Zaina memperhatikan Barra yang sibuk membalik-balik berkas. Padahal sudah hampir jam sembilan malam. Barra duduk di sebuah kursi putar sambil menatap layar komputer yang masih menyala. Sepertinya dia memang sibuk sekali. Kalau sesibuk itu, mengapa mengangkat panggilan video? Dia bahkan tidak menoleh sejak Zaina mengucapkan salam dan menanyakan kabarnya. Berusaha mengerti kesibukan Barra, gadis berhidung mancung membuka novel yang ada di laci. Dia membuka buku itu tanpa minat. Ini adalah pemberian Kamila. Sudah tahu dia tidak suka membaca, malah memberinya sebuah novel. Yang lebih menyebalkan, Kamila akan mendiskusikan isi novel tersebut dengannya. Jadi, dengan sangat terpaksa dia harus menghabiskan berlembar-lembar kertas itu. Pernah s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN