10. Komedi Putar

919 Kata

Mata gue gak mau merem, padahal badan gue udah lemes parah minta diajak tidur. Karena gak bisa tidur, jadilah gue ambil lagi HP gue, tidak membuka chat dari Lika, gue malah membuka hal lain. Gue membuka browser gue lalu mengetikkan alamat tumblr Lika. Semuanya masih sama seperti dua tahun lalu, layout-nya, backgroundnya, semuanya. Ibu jari gue men-scroll semua tulisannya lalu berhenti ditulisan Lika saat kita sempat LDR 4 bulan, waktu itu gue lagi temenin mahasiswa yang join penelitian bareng SFI di Kalimantan, dan Lika menulis panjang lebar yang bermakna satu: Rindu. Gilanya dia adalah, dia mampu menyusun kata sedemikian rupa, membuatnya seolah-olah mencintai gue sepenuh hidup - setengah mati. Tapi nyatanya, dia adalah orang yang meninggalkan gue saat gue sedang merencanakan masa depan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN