Vinny sangat bersyukur sidangnya tak selama Ronald minggu lalu. Pertanyaan yang diberikan tidaklah sulit dan ia pun dapat menjawabnya dengan tenang. Seluruh kegiatan itu hanya memakan waktu kurang dari sejam, dan saking cepatnya bahkan dosen pembimbing dan pengujinya sempat mengobrol ngalor- ngidul. Mereka membahas tentang mata kuliah yang diampu masing- masing, kampus- kampus lain, hingga tentang anak cucu masing- masing. Para dosen itu tergelak- terkekeh dan saling bercanda, sebagaimana manusia normal biasa. Vinny juga dapat merasakan ketegangan yang mengambang di udara ruangan itu berkurang, berbeda jauh dibandingkan ketika ia menunggu sendirian di pagi buta tadi. “Vinny silakan keluar dulu, ya. Nanti ibu panggil lagi,” kata dosen pembimbingnya dengan seulas senyum. “Baik, Bu,” sahut

