one hundred-thirty nine !

1245 Kata

“Nggak usah teriak- teriak, Ronald,” sahut suara tenang dari seberang. Si Keriting juga baru saja menyadari kehebohannya –terbukti dari kepala- kepala yang langsung menoleh padanya. Beberapa senyum- senyum, karena mereka secara tidak sengaja (atau sengaja?) mendengar Ronald menyebut nama seorang gadis. “Ehehe, maaf deh, Prit. Nggak sengaja,” kata Ronald. Dia terdengar jauh lebih manusiawi dan lebih Ronald daripada biasanya. “Apa kabar lo? Di sana tengah malam, ya?” “Baik. Iya, di sini tengah malam.” “Wah, makasih banget bela- belain nelfon gue tengah malam. Lo pasti ribet mikirin tentang kapan harus nelfon gue supaya di Indo tetap siang. Pas banget sama break makan siang lagi! Gue terharu.” Sejenak diam di seberang, barulah beberapa saat kemudian Prita menjawab, “Sebenarnya aku malah l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN