Part 22 Pov Ardi 3

744 Kata

Ibuku sering meneleponku, agar aku pulang, kasihan bayi tak bersalah tersebut, katanya. Memintaku agar memberi kesempatan pada Nana untuk menjadi istri yang baik. Setelah ku pikir pikir apa yang dikatakan Ibu memang ada benarnya. Jika aku jijik melihat Nana, maka aku harus melihat bayi tak berdosa itu. Aku pun mulai belajar ikhlas menerima semua keadaan ini, mungkin ini memang takdir ku. Dan semua yang terjadi selama ini, mungkin adalah hasil dari perbuatanku yang salah salah dulu. Aku pun pulang ke rumah Nana, merendahkan diri untuk meminta maaf padanya, akhirnya kami pun sepakat melupakan masa lalu, untuk membangun masa depan yang lebih baik, bersama Kasih pula. Mulai kukobarkan lagi api cinta padanya sudah lama padam, melupakan kebohongan kebohongan yang dilakukannya dulu. Aku ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN