Part 10 Bertemu Bayu Anak Pertamaku

830 Kata
Pagi ini, aku akan berjalan jalan ke alun alun kota bersama Kasih dan adikku. Alhamdulillah Kasih sudah lancar berjalan dan ngomongnya pun lumayan lancar meski dia agak cadel. Kasih sepertinya sangat menyayangi calon Adiknya. Setiap malam sebelum tidur, dia selalu mencium perutku. Pagi hari saat bangun pun langsung berlari ke kamarku untuk mencium perutku. Semakin besar, wajah Kasih, tak memperlihatkan kesamaan sama sekali dengan Ardi, tapi tetap dia sangat menyayangi Kasih. Saat berada dirumah, dia akan mengajak Kasih jalan jalan atau ke rumah mertua. Sedangkan aku setiap hari memang agak cuek ke Kasih, aku lebih suka rebahan dan m**m handphone tanpa di gangu. Mungkin itu juga yang menyebabkan, Kasih lebih suka tidur dengan neneknya, di banding denganku. Tak apalah yang penting aku bisa tidur nyenyak. Tapi ketika suamiku tidur dirumah, maka dia akan mengajak Kasih tidur bersama kami. Sebenarnya aku sangat ingin ketemu dengan anak pertamaku, tapi aku malas sekali kalau kesana ketemu mantan mertua ku itu, pasti omongannya tidak menggenakkan hatiku. Padahal jarak antara rumah kami tak sampai setengah jam, tapi sampai usianya sekarang lima tahun, aku hanya tiga atau empatbkali saja aku menjenguknya. Kalau mertua ku yang sekarang, orang nya sangat baik dan sabar. Tiga hari sekali, dia akan mengunjungiku, membawakan banyak makanan, dan tentu aku di kasih uang buat jajan, yang jumlahnya banyak. Sebenarnya Ibu mertua, memintaku untuk tinggal disana, tapi aku menolak dengan alasan sungkan, tidak enak sama Bapak mertua. Padahal, alasan ku yang sebenarnya adalah, kalau aku tinggal disana, apalagi sama Kasih, pasti aku tak bisa rebahan sepanjang hari, terus aku harus full momong kasih. Lagian juga, pasti mereka akan menyuruhku shalat lima waktu terus. Aku kan malas. Memang dulu saat di kost, aku diajari shalat dan membaca alquran oleh suamiku. Tapi setelah pulang kerumah, jadi males, karena memang satu rumah tak ada yang melaksanakannya. Jadi ya aku ikut ikutan malas deh. Tapi kalau Ardi pulang, aku pura pura sholat lima waktu terus. Selama hamil ini aku tak pernah melakukan USG, males banget soalnya biayanya mahal. Sebenarnya Ardi lima kali memberiku uang untuk biaya USG, tapi uangnya lebih suka ku pakai untuk belanja dan beli kosmetik, yang penting hatiku senang pikirku. Di alun alun, Kasih asyik berlari ke sana kesini sambil memberi makan pada ratusan burung merpati, yang memang sengaja di pelihara di alun alun kota ini. Tiba tiba seseorang menepuk bahuku dari belakang, aku kaget dan langsung menoleh kebelakang. Aku sangat terkejut karena ternyata itu adalah Angga, mantan suamiku dulu. Dia sekarang sangat berbeda dari Angga yang ku kenal dulu. Angga sekarang lebih ganteng dengan tubuh berisi yang atletis. Disamping nya ada seorang bocah laki laki kecil, yang sangat tampan menurutku, dan pasti itu adalah Bayu, anak pertamaku. Tiga tahun lebih aku tak pernah menjenguknya, sudah sebesar ini kaku nak. Tapi wajahnya benar benar tak mirip dengan Angga ataupun Aku. Setelah lama ku fikir fikir, wajahnya lebih mirip Tony, sahabat baik Angga saat SMA dulu. Ya, memang sebenarnya dulu aku pernah selingkuh dengan Tony, saat berpacaran dengan Angga. Dua kali, kalau tidak salah, aku melakukan hubungan suami istri terlarang dengan Tony, tanpa diketahui Angga. Kami melaakukannya tanpa pengaman sama sekali, sama seperti yang sering kulakaukan dengan Angga. Wajah Bayu sangat mirip dengan Tony, apakah mungkin sebenarnya benih Tony yang ada di rahimku saat itu. Ah, biarlah ini menjadi rahasia ku sendiri. Kudekati Bayu dan berusaha ingin memeluk dan menciumnya, tapi dia menolak dan berlari bermain bersama merpati , seperti Allena dan anak anak kecil lainnya disini. Aku dan Angga pun duduk sambil bercerita banyak hal. Ternyata saat ini, Angga bekerja di luar kota juga, jadi Bayu diasuh oleh orangtuanya. Dan Angga bercerita kalau sekarang dia sedang berhubungan dengan Retno, sahabatku saat Sekolah Menengah Atas dulu, dan tahun depan rencananya mereka akan melangsungkan pernikahan. Dunia memang sempit ternyata, pikirku, buktinya kami hanya berputar putar saja di lingkungan ini. Dulu, aku dan Retno sama sama menyukai Angga, karena memang dia idola murid cewek saat itu. Aku pun mulai mencari cara agar Angga tertarik pada ku. Berbagai cara kulakukan, termasuk aku berani menyatakan cinta lebih dulu padanya, dan aku sangat agresif Hasilnya, Angga menerima cintaku dan kami pun jadian. Retno pun menerima dengan ikhlas kenyataan bahwa Angga lebih memilihku. Jelas juga sih, karena aku lebih cantik dari pada Retno. Retno berkulit coklat cenderung hitam ,dan tubuhnya semampai, alias semeter tak sampai. Eh, tapi ternyata, saat ini mereka berhubungan dan akan segera menikah. Semoga bahagia ucapku, dan aku pun memintanya untuk mengundangku saat mereka menikah. Menurutku, dia akan menjadi Ibu tiri yang baik untuk Bayu, pasalnya dari dulu memang dia cewek yang baik dan sabar serta tidak sombong. Semoga nantinya dia akan ikhlas merawat Bayu. Apalagi kata Angga, Retni sekarang bekerja sebagai seorang pengajar di sebuah play group, berarti dia juga suka anak kecil, pastinya. Aku pun pamit pulang duluan pada Angga karena sudah agak siang, dan perut serta pungggku sudah kaku rasanya. Sebelum pulang kusempatkan berfoto bersama Bayu. Sebagai pengobat rindu, pasalnya selama ini memang aku tak pernah punya foto Bayu. Ahh ibu macam apa aku ini. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN