Amanda tidak bisa memedulikan rasa lelahnya. Walau, sudah sangat menyadari. Ia pun menunda waktu guna beristirahat. Ya, meskipun sekadar minum kopi favorit. Dipilih untuk mengutamakan pekerjaan. Menyelesaikan sejumlah laporan yang ia harus periksa ulang. Ditambah dengan mempelajari materi dan bahan rapat. Kesibukkan sebagai seorang pebisnis wajib dilakukan setiap hari, ketika targetnya mengejar kesuksesan secara finansial belum dicapai maksimal. Amanda pun tidak keberatan jika bekerja keras tanpa mengenal waktu. Kehidupan pribadi, terkhusus menyangkut cinta dan hubungan romansa dengan pria tak apa dikorbankan. "Miss Geovant. Apakah aku mengganggumu?" Amanda langsung menolehkan kepala ke arah pintu. Lalu, kepalanya digelengkan dengan santai. Senyuman ramah turut terukir. "Kau tidak mengg

