Damian menyesal telah membuat kaki Ratih sakit seperti sekarang. Wanita itu semakin tidak tahu diri dan seenak jidatnya menyuruh Damian melakukan ini dan itu. Ingin sekali Damian mengomeli, tapi entah kenapa keberaniannya kian menipis menghadapi Ratih. Damian terkesan menjadi penyabar, padahal itu bukan dirinya sekali. "Kamu banyak mau, saya ke ruang tengah saja. Kamu diam di sini, jangan banyak omong lagi!" Damian memberikan salad buah kepada Ratih, sesuai permintaannya. Untuk menghindari emosinya meradang, lebih baik Damian menjauh. Menjaga jarak aman! Ratih cemberut. "Kamu tinggalin aku sendirian di sini?" "Lalu? Sungguh, saya bosan melihat wajah kamu. Emosi saya meningkat!" Bukannya merasa tersinggung, Ratih malah tertawa penuh kemenangan. Dia berhasil mengerjai Damian, menguji kes

