Bab 72

1511 Kata

Inilah yang Dirga takutkan, dia benar-benar tidak bisa menemui Ghaffi lagi dan Rayyan menyembunyikan keberadaan putranya. Seperti apapun dia memohon dan meminta maaf atas apa yang terjadi, Rayyan tetap bungkam. Bahkan tidak perduli sekalipun itu Tuan George yang meminta. “Gus, sekali saja, biarkan saya bicara dengan Mas Ghaffi, tidak apa jika ini untuk terakhir kalinya." Pinta Dirga mengiba, tetapi hati Rayyan sudah terlanjur sakit. Rayyan tetap diam, bahkan seakan tidak perduli, pria itu hanya fokus pada dokumen yang sedang dia periksa. “Papa, tolong bicara sama Gus Rayyan, Pa.. " Dirga membalik tubuhnya menghadap Ayah mertuanya. Berharap penuh, mungkin saja jika Tuan George yang kembali meminta Rayyan akan memberitahu. Tetapi harapan Dirga pupus, ketika Tuan George menggelengka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN