Annisa menemani suaminya menghabiskan makan siangnya, wanita itu cantik itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Diamnya seperti tengah memikirkan sesuatu. Masya Allah, Dirga dibuat tersentuh dengan perlakuan istrinya, namun dia juga khawatir dengan tatapan mata wanita bercadar itu, seperti mata harimau yang siap menerkam mangsanya. “Ayo pulang." Ajak Dirga setelah selesai makan siang. Nisa menoleh. “Kenapa harus pulang? Belum waktunya pulangkan?" Tanya Nisa, melihat jam baru menunjukkan pukul 1 siang. “Aku Bos nya loh, jadi bebas mau pulang jam berapa saja, Anak-anak masih bisa mengatasi semuanya." Jawab Dirga sedikit menyombongkan statusnya di bengkel. Nisa tersenyum, lalu mengangguk pelan. Dirga bangkit dari duduknya. “Dit, aku pulang duluan." “Kok pulang sih Pak Bos?" Dito me

