Bab 83

1656 Kata

“Ummi.. Abah!!" Bukan Ghaffi melainkan Kainan yang berlari menghambur dalam pelukan Ummi Fatimah dan Abah Rahmat. Sungguh serakah, dia memeluk kedua secara berganti, Sedangkan Ghaffi hanya memutar bola matanya dengan malas. “Assalamualaikum, Abi." Ucapnya menyalami tangan Abi nya dan mencium punggung tangan Rayyan, lalu memberikan pelukan singkat. “Waalaikumsalam, Mas, bagaimana keadaanmu?" Tanyanya menepuk sebelah bahu Ghaffi, lalu memperhatikan penampilan putranya. Masih sama, pakaian sederhana itu yang di kenakan. Namun meskipun harga pakaian itu murah, terlihat mahal, sebab visual Ghaffi tidak kalah dengan seorang model. “Allhamdulillah, seperti yang Abi lihat, Mas sehat... Ah.. Princess kau melupakan ku?" Ghaffi menghela nafas berat, ketika Kainan tidak melepaskan Ummi Fatim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN