Ke Negeri Asing

1017 Kata

"Nona tidak apa-apa?" Kia menangis terisak, meraung lebih tepatnya. Suaranya sengau terputus-putus karena tersedu-sedu mengakibatkan oksigen susah masuk ke dalam rongga paru-parunya. "Tidak ... Pak, jalan saja. Biarkan saya menangis sepuasnya di sini. Kalau paman tahu saya menangis lagi, itu akan lebih berbahaya." Susah payah Kia menjelaskan kepada pria tua, supir keluarga mereka yang telah bekerja bertahun-tahun lamanya. Pak supir hanya bisa mengangguk, dia juga sedih melihat Kia yang begitu terpuruk. "Maaf, Sayang, Ibu menangis lagi. Tapi Ibu janji, ini yang terakhir Ibu menangis karena ayahmu." Kia berkata lagi sambil mengelus perutnya yang tiba-tiba saja bergejolak, terasa bergerak cukup kuat. Kia berusaha menahan mati-matian amarah dalam luapan airmata yang turun hari ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN