"Paman kenapa harus memutuskan sepihak begitu sih? Aku belum siap untuk menikah lagi." Kia bersungut di telepon. Terdengar suara helaan nafas berat paman di seberang. "Apa lagi yang kau tunggu, Kia? Bukankah kalian sudah lama menjadi sepasang kekasih? Kau dan juga Andika sama-sama betah tinggal di tempat ini, bukankah lebih baik kalian disatukan dalam ikatan pernikahan? Kau juga hidup di kampung orang, Nak, kau harus bisa menjaga adat sopan santun juga menjaga moral agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan dan Paman rasa hanya dengan pernikahanlah kalian bisa bebas melakukan apa saja tanpa harus takut kebablasan." Kia menghela nafas berat mendengarnya. "Paman, aku dan mas Dika tidak pernah melakukan apapun. Aku tetap menjaga sopan santun di sini. Lagipula, aku sekarang sedang fokus

