Part 18

970 Kata

Titha, Dave, dan Keisha kini sudah berada di salah satu rumah makan yang ada di seputaran Renon. Ketiganya masih setia bungkam, terutama Titha. Sejak Dave dan Keisha menjemputnya, dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. “Ehem,” deham Dave mencari perhatian dua perempuan yang sibuk di depannya. Jika Keisha sibuk mengamati menu makanan, berbeda dengan Titha yang serius membalas pesan masuk. “Jika sudah selesai memilih menu, maka pesanlah. Habis makan saja kita bahas tujuan kita berkumpul di sini,” imbuhnya sambil mengangkat tangannya agar pelayan menghampiri meja mereka. “Dave, kita pesan yang ini saja. Kelihatannya enak.” Keisha menunjuk menu bernama Nasi Ayam Betutu. “Baiklah.” Dave tidak keberatan dengan menu yang dipilihkan Keisha untuknya. “Kamu mau pesan apa, Tha?” tanyanya pada Ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN