CHAPTER 9

1792 Kata

Sebuah deheman menginterupsi ke kagumanku pada ciptaan sang Khalik “Nih” dia menyodorkan segelas mochacino dingin “Makasih” ucapku sambil menerima pemberianya “Btw,kapan kaka belinya?” Ok fix alu ketularan Fina. “Tadi,pas lu asik ngeliatin danau” jawabnya dan ku balas dengan ber-oo- ria “Lu tau kenapa gua ngajak lu kesini?” Tanyanya sambil menyeruput minuman dan duduk di kap mobil,akupun mengikutinya duduk di sana. Aku menggeleng dan menatapnya sebagai jawaban bahwa aku tidak tau alasan dia ngajak aku ke tempat ini. Ku lihat dia manggut manggut dan menghembuskan napas kasar “3 hari lagi orang tua kita bakal berunding tentang masalah ini,dan 3 hari lagi juga kita bakal di sidang lagi” aku memberhentikan kegiatanku menyeruput minumanku dan lebih memilih mendengarkan perkataanya Aku men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN